Putusan PK, MA Bebaskan Mustagfir ‘Moses’ Sabry

MAKASSAR, LIPUTANLIMA.COM– Mahkamah Agung di tingkat Peninjauan Kembali (PK) memutus bebas mantan anggota DPRD Makassar, Mustagfir Sabry. MA beralasan ada kekhilafan hakim agung di tingkat kasasi.

“Majelis hakim PK mengabulkan permohonan PK Pemohon/Terpidana, membatalkan putusan judex juris/putusan kasasi MA dan mengadili kembali dengan menyatakan Pemohon PK/Terpidana tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan primer dan subsider Penuntut Umum, kemudian membebaskan Pemohon/Terpidana dari kedua dakwaan tersebut,” kata juru bicara MA hakim agung Andi Samsan Nganro, dikutip dari detikcom, Selasa (23/7/2019).

Duduk sebagai ketua majelis adalah hakim agung Suhadi, yang juga Ketua Muda MA Bidang Pidana/Ketua Kamar Pidana. Adapun anggota majelis adalah Mohammad Askin dan Sofyan Sitompul. Menurut mereka, alasan PK pemohon/terpidana dapat dibenarkan.

“Karena putusan MA–judex juris/kasasi–yang dimohonkan PK mengandung muatan kekhilafan hakim dan kekeliruan yang nyata. Sebab, judex juris membuat pertimbangan dalam putusannya tidak sesuai dengan fakta yang terungkap di persidangan,” papar Andi Samsan Nganro.

Kasus bermula saat pemda Sulsel mengalokasikan anggaran Bantuan Sosial (Bansos) untuk APBD 2008 sebesar Rp 151 miliar. Bansos itu ditujukan untuk berbagai kegiatan yang dinilai perlu.

Salah satu pihak yang mengajukan proposal adalah Mustagfir atas petunjuk anggota DPRD Provinsi Sulsel, Adil Patu. Dari proposal itu mengucur uang Rp 530 juta untuk kegiatan olahraga dan sosial kemasyarakatan. Ternyata pertanggungjawaban dana itu tidak jelas. Atas hal itu, penyidik menelusuri kasus tersebut.

Pada 2014, Mustagfir yang akrab disapa Moses dikalangan aktifis Makassar, terpilih menjadi anggota DPRD Kota Makassar periode 2014-2019. Tak berapa lama, jaksa mendudukkan Mustagfir di kursi pesakitan.

Pada 12 Agustus 2015, Pengadilan Tipikor Makassar menolak tuntutan itu dan membebaskan Mustagfir dari seluruh jerat hukum. Mustagfir pun dikeluarkan dari ruang tahanan.

Pada 16 Juni 2016, MA menganulir vonis bebas terhadap Mustagfir dan menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara. Vonis itu dijatuhkan oleh hakim agung Salman Luthan, Syamsul Rakan Chaniago, dan MS Lumme.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.