Mahkamah Sulsel : Pecat Direktur RS Sultan Dg Radja Bulukumba

Makassar, LiputanLIMA.com – Rumah Sakit Sultan Dg Radja Bulukumba kian disoroti terkait managemen administrasi, pelayanan dan juga manajerial keuangannya.

Andi Ifal Anwar, Ketua Mahasiswa Kasuistis Magister Hukum Sulawesi Selatan (Mahkamah Sulsel) yang ditemui di kantornya, Jalan Topaz, Makassar sangat menyayangkan kinerja buruk dari manajemen RS Sultan Dg Radja Bulukumba.

“Sangat disayangkan terjadinya Lost manajerial RS Sultan Dg Radja.” tegasnya, Sabtu (7/1/2017).

Lebih jauh, ia menambahkan bahwa salah satu fungsi pemerintah daerah adalah memberikan perlindungan kepada RS agar dapat memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dan bertanggung jawab sebagaimana yang diamanahkan dalam UU Nomor 44 Tahun 2009.

“Faktanya hari ini manajemen RS menciptakan rasa pesimisme terkait peningkatan kualitas layanan hidup sehat di Kabupaten Bulukumba,” keluh alumni Fakultas Hukum UMI ini.

Selaku putra daerah Bulukumba sangat kecewa melihat kondisi managemen RS Sultan Dg Radja Bulukumba yang seakan memberikan kado terburuk Bagi kinerja pemerintah daerah.

“Kami meminta kepada Pemkab terkhususnya Bapak Bupati Bulukumba untuk melakukan tindakan tegas kepada stakeholder di RS Sultan Dg Radja yang tidak bekerja secara Profesional dan penuh tanggung jawab,” harap pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris LBH Sapma Pemuda Pancasila Sulsel.

“Kami dari Mahkamah Sulsel tegas menyatakan bahwa pecat Direktur RS Sultan Dg Radja Bulukumba,” tegas Ifal. (Rul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.