Soal Label Kerudung Halal, Ini Kata MUI

Kerudung

Jakarta, Liputanlima.com – Label busana muslim dari retailer Shafco, Zoya membuat postingan heboh di akun instagram miliknya, @zoyalovers dengan mengumumkan kalau produk kerudungnya mendapat sertifikat halal pertama di Indonesia dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kerudung bersertifikat halal pertama di Indonesia. Tahukah Anda? yang membedakan antara kain yang halal dan haram adalah penggunaan emuslifer pada saat pencucian kain tersebut, untuk produk halal bahan pembuatan emuslifernya menggunakan tumbuhan sedangkan untuk yang tidak halal emuslifernya menggunakan gelatin babi,”

Lantaran pengumuman itu, netizen heboh. Dari pantauan Liputanlima.com pada media instagram, banyak netizen yang skeptis dan kritis terhadap kerudung halal. Salah satunya akun dengan nama @nely_harisya dengan menuliskan “Memang kerudung yg ga halal gmna ya?

Ada juga akun @marlinapdlalu yang mempertanyakan tentang status produk Zoya yang lama “Bagaimana dengan produk kerudung zoya yg lama? halal kah?” tulisnya. Selain ramai di instagram, pembahasan mengenai kerudung halal juga ramai di Facebook dan Twitter.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia, Lukmanul Hakim menuturkan kalau MUI belum melakukan sertifikasi terhadap produk busana muslim tertentu.

“Kami sendiri belum mendapat klarifikasi atau konfirmasi dari Zoya. Jadi kami belum ada (sertifikasi). Kami belum ada kontak dengan Zoya,” ujar Lukmanul seperti dikutip dari laman Kompas.com, Kamis (4/2/2016).

Menurutnya, MUI selama ini hanya mengeluarkan sertifikasi halal untuk kain. Sehingga, kata dia, jika Zoya mencantumkan logo halal mungkin yang dimaksud adalah produknya dibuat dari kain yang sudah bersertifikasi halal.

Namun, ia tak menutup kemungkinan akan memberikan sertifikasi halal untuk produk Zoya maupun pada produk sandang sejenisnya.(*/man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.