Pecandu Narkoba Bisa Sembuh Dengan Terapi Syar’i.? Ini Penjelasannya

Suasana Seminar Kesehatan Mengenal dan Mengobati Adiksi Narkoba secara Syar’i yang dihelat AQL Sulsel.

Makassar, LiputanLIMA.com – Adiksi atau kecanduan terhadap Narkoba pada kebanyakan kasus sangat sulit disembuhkan. Ada sejumlah terapi yang bisa dilakukan untuk mengatasi kecanduan ini, salah satunya metode Syar’i.

Hal inilah yang diperkenalkan melalui seminar kesehatan bertajuk Mengenal dan Mengobati Adiksi Narkoba Secara Syar’i yang dihelat Ar rahman Quranic Learning Center (AQL) Sulsel di gedung auditorium Sekolah Islam Athirah I Makassar, Sabtu (13/02/2016).

Seminar kesehatan ini menghadirkan direktur eksekutif Lembaga Rehabilitasi dan Terapi (LRT) Ibadurrahman, KH Dr Elwansyah Elham Lc. Serta pimpinan AQL pusat KH Bactiar Nasir Lc MM sebagai pemateri.

LRT Ibadurrahman sendiri adalah salah satu lembaga di bawah binaan AQL Islamic Center yang khusus menangani persoalan rehabilitasi dan terapi secara Syar’i.

Dalam pemaparan materinya, KH Bachtiar Nasir, menjelaskan kalau Narkoba secara medis memang familiar dengan efek yang membuat penggunanya mengalami ketergantungan secara fisik dan psikologis. Hanya saja kata dia, Narkoba dalam kehidupan banyak bentuknya. Bukan hanya benda-benda yang mambuat perasaan jadi melayang.

“Ketika kita tidak Qul Huwallahu Ahad maka akan banyak bentuk ketergantungan duniawi, dan yang paling parah misalnya ketergantungan uang, seks yang senantiasa berbuat zina, dan hedonism, atau apa saja dirasa nikmat dan semua adalah bentuk pengalihan dari AllahuSshomad,” jelasnya.

Solusi puncaknya kata KH Bachtiar adalah kembali kepada Allah.

Dari segi praktik, Elwansyah, menjelaskan kalau metode ini setidaknya menggunakan sejumlah tahapan. Yang spesial, metode ini tidak menggunakan obat-obatan kimia.

“Metode Syar’i yang kami gunakan adalah LIS. Logika, Intuisi dan Supranatural. Dan masing-masing ada tahap pendidikannya. Obatnya herbal murni,” ungkapnya.

Elwansyah juga membeberkan bahwa pengalaman lembaganya yang sudah 30 tahun meneliti dan menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Sebanyak 1947 kasus adiksi narkoba di akhir 2015 dan 165 pasien selama 2016 ini pun sudah disembuhkan.

Seminar ini dipandu oleh dr Faisal Idris, dosen dari fakultas kedokteran Unhas dan dihadiri dari beberapa elemen masyarakat, dari pelajar, pendidik, mahasiswa, dosen, dan perwakilan dari BNN. (ilham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.