Ini 5 Walikota yang Larang Perayaan Valentine. Makassar Juga Tawwa

Makassar, LiputanLIMA.com – Banyaknya prilaku negatif yang seringkali terjadi selama hari Valentine membuat sejumlah kepala daerah mengeluarkan aturan tegas. Aturan ini kebanyakan ditujukan untuk pelajar, agar tidak merayakan hari Valentine.

Kepala daerah tersebut yakni.

1. Bima Arya (Walikota Bogor)
Bima Arya mengeluarkan larangan merayakan Valentine Day bagi warga Bogor tidak hanya pada tahun ini saja, bahkan sejak 2015 silam.

“Saya menilai perayaan hari Valentine banyak mudharat dibandingkan manfaatnya. Karena, kita saling mencintai seseorang itu setiap hari,” ujar Bima.

Ia pun menghimbau kepada para guru-guru dan orangtua untuk tetap mengawasi anak-anaknya agar tetap tidak turut terjerumus pada tindakan amoral di hari kasih sayang tersebut.

2. Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto (walikota Makassar)
Tak hanya melalui surat edaran yang diterbitkan oleh Disdikbud kota Makassar, bahkan secara langsung Danny melarang dan akan melibatkan aparat untuk mengawasi larangan tersebut.

“Saya melarang keras perayaan valentine day terutama bagi anak sekolah yang sifatnya negatif. Kami akan melakukan operasi berkaitan dengan hal tersebut, Satpol PP yang dimiliki Makassar sangat baik dan siap melakukan pengawasan bersama TNI dan POLRI,” tulis Danny di akun Facebooknya, Rabu (10/02/2016).

3. Tri Rismaharini (walikota Surabaya)
Setelah sukses memajukan kota Surabaya dari berbagai prestasinya, diantaranya menjadi walikota terbaik dunia pada urutan ke tiga dan ketegasannya membubarkan lokalisasi prostitusi terbesar di Asia Tenggara ‘Dolly’. Risma juga melarang perayaan hari Valentine.

Larangan itu dikeluarkan melalui surat resmi yang ditujukan kepada para kepala sekolah di kota Surabaya agar peserta didiknya tidak melakukan perayaan Valentine di dalam maupun di luar sekolah.

4. Putu Selly Andayani (Walikota Mataram)
Mengacu pada imbauan Walikota Mataram Nomor 008/13/II/15 tentang pelarangan sekolah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka peringatan hari Valentine.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram akan melakukan patroli ke sejumlah tempat yang berpotensi menjadi pusat keramaian pada malam perayaan Valentine Day.

Menurut Selly, aturan ini dikeluarkan karena sesuai dengan Visi kota Matara, yaitu religius dan berbudaya.

“Kami akan gerakkan Satpol PP dan aparat lainnya untuk patroli hari valentine, karna ini adalah upaya mewujudkan visi kota Mataram yang religius dan berbudaya” katanya saat menjadi narasumber di salah satu stasiun televisi, Jumat (12/02/2016).

5. Illiza Sa’aduddin Djamal (walikota Banda Aceh)
Illiza yang menjabat walikota di kota serambi Makkah ini, bahkan turut andil dalam aksi penolakan hari Valentine bersama para pelajar dan masyarakat di Kota Banda Aceh. Yang dilakukan pada Sabtu (13/02/2016).

Seperti beberapa foto yang diunggah di akun Facebook miliknya dan bertuliskan seperti ini. “Aksi unjuk rasa menolak perayaan Valentine’s Day, Sekira 10.200 pelajar ikut turun ke jalan dalam aksi damai tersebut. Mereka tersebar di empat titik lokasi di pusat Kota, Banda Aceh yakni di Simpang Lima, Simpang Surabaya, Simpang Mesra, dan Simpang Jam Taman Sari.

“Hari Valentine Bukan Budaya Kita”, “Say No to Valentine’s Day”, Valentine’s Day Merusak Moral Bangsa”, “Say No to Valentine, Say Yes to Palestine”, “Kami Muslim tidak Merayakan Hari Valentine”. “Jangan karena sebatang Coklat, sebuah Boneka, dan setangkai Bunga, lantas bisa merusak akidah kita. Menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga akidah sebagai seorang muslim,” diunggah hari ini (14/02/2016).(ilham)

Berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.