Essai Weekend: Andai Sadar Hal ini, Bang Iful Takkan Mau “Isap-isap”

unnamed (3)

Ilustrasi (int)

SAYA mendapatkan catatan ini beberapa waktu silam di group Alumni Pesantren Gombara (Ikapem). Saya tak punya data detail siapa yg menuliskannya untuk pertama kali. Ulasannya sederhana tapi menarik. Disertai sumber kebenaran absolut__ Alquran. Dari pada tersimpan percuma di file smart phoneku, saya meneruskan dalam bentuk essei sebagai bacaan ringan menemani weekend kita.

Ini tentang waktu yang kita pertaruhkan. Yang setiap saat berlalu meninggalkan. Sesuatu yang terus bergerak maju dan tidak akan kembali. Yang dianalogikan pedang terhunus siap menebas kita jika tak mampu memanfaatkannya.

Ini juga tentang masa hidup kita sebelum masa mati tiba. Tentang betapa singkatnya usia kita di sisi Allah. Kenapa kita diminta berlomba lomba dalam kebaikan ? Kenapa kita diperingatkan “Demi masa” ? Ayo kita simak….

Usia kita ternyata cuma 1,5 jam. Hanya 90 menit saja Tuhan berikan untuk menjauhi dosa, meraih ridho-Nya, merengkuh syurganya menghindari nerakanya.

Jika kita menelaah teks-teks Al Quran, maka akan kita dapati sejumlah keterangan yang mencengankan. Dari situlah kebenaran absolut ditemukan, di situlah kita sadar betapa hidup ini teramat singkat dari yang kita ketahui tentang singkat itu.

Begini rumusnya :
1 hari akhirat = 1000 tahun (QS.
Al-Hajj:47)
24 jam akhirat = 1000 tahun
P0003 jam akhirat = 125 tahun
0001,5 jam akhirat = 62,5 tahun

Apabila umur manusia itu rata-rata 60-70 tahun, maka hidup manusia ini jika dilihat dari langit hanyalah 1,5 jam saja. Hanya 90 menit saja. Pantaslah kita selalu diingatkan masalah waktu.

Ternyata hanya satu setengah jam saja yang akan menentukan kehidupan abadi kita kelak, hendak di Surga atau Neraka.
(QS. Fathir:15, An-Nisa:170)

Terbukti cuma satu setengah jam saja cobaan hidup, maka bersabarlah. (QS. Al-Muddaththir:7, At-Thur:48, Az-Zumar:10)

Demikian juga hanya satu setengah jam saja kita harus menahan nafsu dan mengganti dengan sunnah-Nya. (QS. Yusuf:53, Al-Ahzab:38)

“Satu Setengah Jam” sebuah perjuangan yang teramat singkat dan Allah akan mengganti dengan surga Ridha Allah. (QS.At-Tawbah:72, Al-Bayyinah:8, An-Nisa:114)

Maka berjuanglah untuk mencari bekal perjalanan panjang nanti. (QS. Al-Hashr:18, Ash-Shura:20, Ali-Imron:148, Al-Qashas:77)

Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.” (QS. Al-Mu’minuun:114)

Masihkah kita membuang waktu tanpa manfaat? Mari berlomba mengisinya dengan kebaikan. Inilah perlombaan yg sebenar-benarnya.

Saya yakin jika sadar hal ini, Saiful Jamil tidak akan mau “isap-isap” anunya ABG. Wallahu A’lam…

Arum Spink

IMG-20160220-WA0000

Penulis merupakan anggota DPRD Provinsi Sulsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.