Ini Batas Suami Beri Jatah Batin Pada Istrinya

viva

Illustrasi

Makassar, LiputanLIMA.com – Dalam kehidupan rumah tangga, bukan haya istri yang harus melayani suamniya, namun juga sebaliknya. Karena kebutuhan biologis adalah urusan rumah tangga, yang menjadi salah satu aspek penunjang kebahagiaan.

Namun, bagaimana jika dalam suatu kondisi di mana keduanya tidak memungkinkan untuk melakukan hubungan, sehingga kebutuhan biologis tersebut tidak terpenuhi?

Lalu, bagaimana pandagan Islam terhadap permasalah tersebut? Apakah ada batasnya, sampai kapan suami tidak memberikan nafkah biologis terhadap istrinya?

Menurut Ibnu Hazm berkata, suami wajib menjimak istrinya sekurang-kurangnya satu kali dalam sebulan jika ia mampu.

Untuk urusan ini, Allah SWT memang sudah memerintahkan hamba-hamba-Nya yakni pria yang sudah menikah untuk memberikan nafkah biologis kepada istrinya. Hal ini dijelaskan dalam banyak ayat, dua ayat berikut menjelaskan hal tersebut.

“Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu…” (QS. Al Baqarah: 222).

“Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya” (QS. Al Baqarah: 223).

Namun fakta dalam kehidupannya tidak selamanya urusan nafkah biologis ini berjalan lancar. Pasalnya ada hal-hal yang membuat pasangan suami menahan hasrat biologisnya.

Berbeda dengan Ibnu Hazm, Imam Ahmad mengatakan batas minimal suami tidak memberikan hak biologis istrinya adalah empat bulan. Pendapat ini berpijak pada ketetapan yang dibuat oleh Amirul Mukminin, Umar bin Khattab, dikutip dari Dream.co.id

(*/Suryani Musi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.