Ini Daftar Makanan Yang Tidak Boleh Dipanaskan

mengukus-kentang-ilustrasi-_160125132232-347 (1)

Illustrasi, mengukus kentang

Makassar, LiputanLIMA.com – Microwave dipilih banyak orang untuk menghangatkan makanan karena alasan praktis. Tapi tak semua makanan bisa dipanaskan dengan microwave. Namun, banyak orang yang belum mengetahuinya.

Microwave menghasilkan radiasi non-pengion dan ada penelitian yang menunjukkan bahwa hal ini dapat mempengaruhi perubahan dalam darah dan detak jantung.

Sebelum Anda memanaskan makanan di oven microwave, ketahui dulu bahwa lima jenis makanan dan minuman ini tak ditempatkan di dalam oven microwave, dikutip dari berbagai sumber.

Ayam

Seperti yang telah diketahui, ayam dan berbagai unggas lainnya mengandung salmonela yang dapat mengontaminasi tubuh. Memanaskan ayam dalam microwave dapat menimbulkan masalah karena tidak seluruh area daging ayam mendapatkan panas yang merata.

Selain ketidakmerataan panas, memanaskan ulang hidangan ayam juga tidak dianjurkan dari segi kandungan gizi. Pasalnya, ayam memiliki kepadatan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan daging merah, seperti sapi atau kambing. Ketika dipanaskan, kandungan protein yang padat pada ayam dapat terpecah secara berbeda. Hal ini dapat menimbulkan rasa sakit perut.

ASI

Manfaat utama memberikan ASI untuk bayi baru lahir adalah memperkenalkan agen antibakteri pada bayi yang terkandung di susu.

Jurnal Pediatrics melakukan tes pada 22 sampel ASI beku yang dipanaskan dalam microwave pada panas rendah atau tinggi. Hasilnya, ASI yang dipanaskan pada panas tinggi menunjukkan pertumbuhan E-coli yang lebih besar. Ini 18 kali lebih tinggi dibandingkan ASi yang dipanaskan tanpa microwave.

Sementara sampel yang dipanaskan di dalam microwave dengan suhu lebih rendah menurunkan aktivitas isozim sehingga meningkatkan pertumbuhan bakteri berbahaya untuk bayi. Selain itu, jangan memanaskan botol susu plastik di dalam microwave. 

Nasi

Pada dasarnya, yang menjadi masalah bukan pada proses memanaskan ulang nasi, melainkan cara nasi tersimpan selama tidak dimakan. Nasi yang dibiarkan begitu saja di suhu ruangan akan memberi kesempatan bagi spora untuk tumbuh berlipat ganda.

Pertumbuhan spora yang berlipat ganda ini memungkinkan terproduksinya racun yang dapat menyebabkan muntah dan diare. Ketika racun terproduksi, memanaskan ulang nasi tidak akan menghapus atau mematikan racun yang sudah ada.

Kentang

Seperti halnya nasi, yang menjadi masalah dalam memanaskan ulang kentang yang sudah dimasak ialah cara penyimpanan ketika kentang tersebut telah dimasak. Jika kentang yang telah dimasak dibiarkan begitu saja di suhu ruangan, risiko tumbuhnya Clostridium botulinumyang menyebabkan keracunan makanan dapat meningkat. Terlebih jika pada suhu ruangan tersebut, olahan kentang masak dibungkus dengan aluminium foil yang membuat kentang tidak mendapatkan oksigen.

Jika sudah dalam kondisi seperti itu, memanaskan kentang akan menjadi sia-sia karena Clostridium botulinum tetap ada. Lebih baik menyimpan olahan kentang masak di kulkas sebelum dipanaskan ulang.

Makanan di wadah plastik

Ada banyak jenis makanan yang bisa dibawa takeaway. Tapi, sangat penting untuk tak memanaskan makanan apapun yang ada di dalam wadah plastik ke dalam oven microwave. Bila Anda memanaskan makanan yang ditutupi plastik bisa memicu karsinogen.

Bungkus plastik yang dipanaskan bisa melepaskan bahan kimia beracun yang berbahaya ke makanan Anda. Beberapa bahan kimia yang bisa diturunkan plastik adalah BPA, polyethylene terpthalate (PET), bensol, toluena, xylene.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.