Begini Efeknya Ketika Menginjak Kecoa

 

keco3

Penyebab seseorang menjadi kena cacingan adalah, karena menginjak kecoa | Int

Jakarta, LiputanLIMA.com – Bila anda melihat kecoa di rumah, jangan anda menginjak sampai mati bahkan sampai isi perut kecoa keluar.

Karena di dalam perut kecoa terdapat cacing halus yang tetap hidup meskipun di luar dari tubuh kecoa. Bila cacing ini sudah berada di luar perut kecoa maka dia akan segera mencari tempat/indukan baru.

Cacing ini bentuknya sangat pendek, halus dan lembut akan terlihat kasat mata bila jarak pandang sekitar 10-20 cm. Untuk melihat cacing ini, anda dapat menaruh isi perut kecoa di atas kertas hitam atau di atas cermin bila ingin melihat pergerakannya.

Sangat berbahaya apabila cacing ini sampai menyentuh kulit tubuh kita (terutama kaki) karena dapat masuk melalui pori-pori kulit atau bila ada luka terbuka pada kulit luar.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh LiputanLIMA.com, salah seorang ahli parasitologi dari Departemen Ilmu Penyakit Hewan Institut Pertanian menjelaskan bahwa kecoa yang tergencet tidak hanya mengeluarkan cacing atau telur cacing saja, melainkan kuman dan bakteri yang banyak beredar di tempat tinggalnya.

“Kecoa ini kan memiliki sifat grooming (membersihkan diri) yah. Ketika habis melewati tempat-tempat kotor, dia akan menjilat-njilati tubuhnya. Bisa saja telur cacing yang menempel masuk ke dalam tubuhnya masuk kemudian menetas di perutnya,” terang Dr. drh. Upik Kesumawati Hadi, MS.

Namun dr Upik tetap menyarankan agar masyarakat tidak terlalu khawatir sebab infeksi cacing lebih banyak dilakukan lewat makanan dan tangan yang tak dijaga kebersihannya, bukan lewat kecoa secara langsung.

Untuk jenis cacing yang bisa menginfeksi kecoa, dr Upik menerangkan bahwa cacing-cacing pencernaan pada manusia bisa saja masuk. Terutama apabila kecoa habis melewati septic tank. Adapun jenis cacing pencernaan adalah cacing kremi, cacing perut, cacing tambang dan sebagainya.

“Kalau yang dikatakan bisa masuk ke pori-pori mungkin seperti cacing di tanah yang biasanya pada anak-anak kalau suka bermain di luar nggak pakai sandal bisa masuk, misalnya jenis Ancylostoma,” terang dr Upik (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.