Mau Kerja dengan Gaji 3,5 Milyar Tanpa Lembur? Gabung Yuk

kerja-kantoran-bukan-segalanya-kok-b795d9

Ilustrasi orang kerja | Int

Selandia Baru, LiputanLIMA.com – Ternyata, ada juga pekerjaan yang tidak disukai oleh para pelamar kerja meski diiming-iming gaji tinggi. Bahkan, lantaran tidak ada yang begitu berminat dengan pekerjaan tersebut, membuat salah seorang dokter merasa putus asa ketika perekrutan medis.

Meski pekerjaan tersebut ditambah dengan libur akhir pekan atau tidak ada kerja lembur di waktu malam, lowongan pekerjaan sebagai dokter di kota itu gagal menimbulkan minat di kalangan dokter muda.

Hal tersebut dikemukakan oleh seorang dokter senior di klinik kota Tokoroa, Selandia Baru yag merasa putus asa karena empat perusahaan perekrutan medis yang disewanya tak mampu menemukan kandidat yang cocok selama dua tahun terakhir.

Dia kesulitan mendapatkan dokter muda baru mungkin karena lokasi pekerjaannya tidak di Auckland dan beban kerjanya yang lumayan berat. Dalam empat bulan terakhir, Dr Kenny belum menerima satu aplikasi pun dari lowongan yang sudah dia tulis di situs kerja online.

Dokter Alan Kenny terpaksa memonitor situs kerja online di akhir pekan untuk menemukan kandidat yang memenuhi syarat.

Dia percaya banyak yang punya persepsi dokter umum di kota kecil adalah pekerjaan buangan. Dokter berusia 61 tahun itu mengatakan gaji NZD 400 ribu (Rp 3,5 miliar) adalah gaji bersih di luar biaya lainnya. Selain itu, gaji tersebut jumlahnya lebih dari dua kali lipat rata-rata pendapatan seorang dokter umum di Selandia Baru.

“Auckland memiliki sekolah kedokteran terbesar di Selandia Baru dan kebanyakan yang sekolah kedokteran berasal dari keluarga kaya. Jika saja sekolah kedokteran merekrut lebih banyak mahasiswa dari kota kecil, mereka akan banyak yang datang ke sini,” kata Kenny.

Dr Kenny mengatakan saat ini merekrut seorang dokter untuk kota kecil merupakan masalah besar di Selandia Baru. “Tahun lalu, saya membatalkan liburan karena saya tidak bisa mendapatkan pengganti dan tahun ini saya mungkin harus membatalkan liburan juga dan ini masalah yang sulit bagi saya.”

Keberhasilan klinik dalam menangani pasien telah menyebabkan peningkatan jumlah pasien yang mencapai 6000 orang dalam dua tahun terakhir. Rata-rata pasien yang ditangani Dr Kenny adalah 43 pasien.

Dia mengatakan jumlah ini melampaui jumlah yang direkomendasikan oleh Royal College of GP, yaitu 25 pasien. Dr Kenny bekerja mulai pukul 08:30 pagi sampai pukul 06:00 sore tanpa istirahat makan siang.

“Saya menawarkan penghasilan yang benar-benar luar biasa. Jumlah pasien saya membludak di tahun lalu, itu luar biasa. Dan semakin banyak pasien dalam daftar, semakin banyak uang yang Anda dapatkan. Tapi akhir-akhir ini jumlahnya terlalu banyak. Meski senang mendapatkan banyak uang, bukan berarti saya tidak menginginkan liburan,” kata Dr Kenny.

Seperti yang LiputanLIMA.com  lansir dari NZherald, pendapatan rata-rata di kota Tokoroa NZD 17,300 (Rp 153 juta) untuk orang berusia 15. Kota Tokoroa juga menjadi wilayah dengan harga rumah termurah di Selandia Baru  (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.