Dihadapan Menteri, Nurdin Abdullah Bahas WC Terpanjang Jadi Kawasan Wisata

Nurdin Abdullah (keempat dari kiri)

Jakarta, LiputanLIMA.com – Kesuksesan Nurdin Abdullah memimpin Bantaeng menjadi magnet para pelaku bisnis nasional. Nurdin diundang menjadi narasumber Forum CIMB Niaga 2016: The Year of Investment di Jakarta, Kamis (4/2/2016).

“Saya diwariskan Kabupaten/Kota Bantaeng yang punya masalah banjir, produksi di sektor pertanian rendah, bak kota mati dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sangat kecil hanya Rp 281 miliar pada 2008,” kata Nurdin mengisahkan.

Nurdin bergerak cepat hingga berhasil membangun desa mandiri yang menerapkan program satu desa satu perencanaan. Setiap desa harus menyusun desain kas daerahnya, sehingga dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat dapat langsung diserap.

“Pesisir pantai sepanjang 22 kilometer (km) tidak dioptimalkan. Alhasil setiap pagi, warga berjejer membuang tinja di pantai sampai kita menyebutnya WC terpanjang di dunia,” ucap Nurdin terkekeh.

Namun saat ini, lanjut Nurdin, kawasan pesisir pantai direstrukturisasi menjadi sebuah daerah wisata. Terdapat alun-alun, pusat kuliner, pusat kebugaran atau olahraga, membangun rumah sakit dengan standar internasional di atas lahan reklamasi, membangun restoran terapung.

Nurdin pun mengklaim telah mengatasi banjir dengan membangun waduk sehingga produksi lahan pertanian surplus sampai ratusan persen. “Jadi Bantaeng yang tadinya sepi, seperti kota mati, kini berubah ramai. Inilah dampak dari sebuah pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah. Ujung-ujungnya mengeluarkan masyarakat dari kemiskinan,” jelas Nurdin.

Tampil sebagai pembicara sejumlah nara sumber utama yang merupakan pelaksana berbagai program pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Diantaranya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan juga Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah.

Mereka memaparkan program dan rencana yang telah dan akan dilakukan pemerintah ke depan. Selain itu, ada juga pengamat politik Eep Saefulloh Fatah yang melengkapi tinjauan dari sisi politik pada 2016. (eky/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.