PRD Makassar Tuntut Nasionalisasi Freeport

 

Makassar, LiputanLIMA.com – Sekelompok demonstran yang mengatasnamakan diri sebagai Komite Pimpinan Kota (KPK) – Partai Rakyat Demokrasi (PRD) kota Makassar melakukan aksi di Flyover. Mereka menuntut agar pemerintah segera menasionalisasi PT Freeport Indonesia, Selasa (9/2/2016)

Aksi yang mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian ini diikuti ratusan massa yang terdiri dari Mahasiswa dan masyarakat sekitar. Wakil ketua I KPK-PRD Ade Zaenal Muttaqin menjelaskan kalau menasionalkan PT Freeport Indonesia akan berdampak baik pada kemakmuran rakyat. Serta lebih menguatkan pada sektor biaya pendidikan dan kesehatan.

“Produksi utama Freeport adalah tembaga yang besarnya 18 juta ton dan perak 3400 ton. Hal ini terbukti pada tambang Grasberg. Belum termasuk area lain tambang di papua itu berjumlah 1600 ton dengan harga Rp. 300.000/gram sedangkan harga pasar sdh di atas Rp.400.000/gram, jadi total di dapatkan Rp.480 triliun,” bebernya.

Tidak hanya itu, semua elemen bangsa, utamanya DPR harus berani mendesak pemerintah untuk merealisasikan pasal 33 UUD 1945. Karena hal itu menurut Ade, menjadi bukti kalau para kontraktor begitu mudah untuk mengexploitasi sumber daya alam.

“Kemudian PT Freeport di tahun 2019 harus sudah dapat dinasionalisasikan sesuai dengan amanat konstitusi,” ungkapnya.

Tidak hanya itu saja, massa juga mendesak agar walikota Makassar dan Gubernur Sulsel lebih agresif untuk merealisasikan jaminan kesehatan gratis.(fadhli/man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.