Maret 2016, Bayi Mulai Harus Punya KTP

1135010012-fot011a37780x390

Keterangan Gambar: Beginilah blangko Kartu Identitas Anak. Dikutip dari dream.co.id

Jakarta, LiputanLIMA.com – Tahun ini, jangankan orang dewasa yang harus punya KTP, anak-anak juga demikian. Peraturan tersebut dikeluarkan oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan akan berlaku mulai Maret 2016, tahun ini, dilansir dari Dream.co.id.

Kartu intensif anak (KIA), akan dimiliki oleh bayi yang baru lahir hingga remaja yang berusia 17 tahun dan berfungsi layaknya KTP.

KIA adalah identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah, yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota.

KIA bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik, serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.

KIA yang akan diberikan dibagi menjadi dua jenis. Jenis yang pertama untuk anak yang berusia 0 sampai dengan 5 tahun.

Sementara itu, jenis yang kedua untuk anak yang berusia 5 sampai dengan 17 tahun.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Dodi Riatmadji mengatakan, KIA akan diterbitkan oleh masing-masing daerah pada Maret 2016.

“Penerbitan KIA bulan Maret sudah mulai ya. Jadi intinya setiap anak yang baru lahir akan diberi kartu identitas, agar tertib administrasi kependudukan,” kata Dodi saat dihubungi, Kamis 11 Februari 2016.

Dodi menjelaskan, kartu identitas itu digunakan untuk mengurus berbagai keperluan administrasi, misalnya untuk pemeriksaan kesehatan dan pembuatan rekening bank. Sehingga anak tersebut tak perlu lagi menggunakan identitas orangtuanya.

Meskipun anak yang baru lahir memiliki akta kelahiran, menurut Dodi itu tidak praktis.

“Akta kelahiran itu kan lembaran besar, nggak praktis. Di beberapa negara yang sudah kita kunjungi itu KIA sudah diberlakukan, di Malaysia juga sudah ada. Sehingga administrasi kependudukannya sudah tertib,” paparnya.

Selain itu, lanjut dia, KIA akan melengkapi kekurangan yang ada pada akta kelahiran. Akta kelahiran dianggap tidak mencantumkan alamat sang anak.

Menurut Dodi, saat ini Kemendagri tengah menyosialisasikan secara intensif perihal pembuatan KIA ke daerah-daerah dan juga melalui media sosial.

“Prinsip dasarnya KIA ini agak beda dengan e-KTP, yang sudah punya bank data. Identitas anak yang baru lahir sampai 17 tahun belum dibuat data base, itu hanya kartu identitas,” katanya.

Penerbitan KIA didasarkan pada Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 yang diundangkan pada 19 Januari 2016. Pada tahap pertama KIA akan diberlakukan di wilayah Yogyakarta, Solo, Bantul, Malang dan Balikpapan. Selanjutnya, akan ada 50 pemerintah kabupaten/kota yang akan menerapkan program KIA tahun 2016 ini.

Pemerintah pusat menargetkan, tahun berikutnya, KIA bisa menyeluruh ke daerah lain di Indonesia.

Untuk melaksanakan program ini, Kemendagri akan mengeluarkan biaya sebesar Rp8,79 miliar. Adapun harga per lembar KIA sebesar Rp1.400. Biaya tersebut dinilai murah karena pemerintah belum menanamkan chip di dalamnya.

Berikut syarat penerbitan Kartu Identitas Anak menurut Permendagri nomor 2/2016.

Bagi anak yang baru lahir KIA akan diterbitkan bersamaan dengan penerbitan Akte kelahiran.

Bagi anak yang berusia 0 – 5 tahun yang akan dibuatkan KIA harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a. fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran aslinya;
b. KK asli orang tua/Wali; dan
c. KTP asli kedua orang tuanya/wali.

Bagi anak yang telah berusia 5 – 17 tahun yang akan membuat KIA harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a. fotocopy kutipan akta kelahiran dan menunjukan kutipan akta kelahiran aslinya;
b. KK asli orang tua/Wali;
c. KTP asli kedua orang tuanya/wali; dan
d. pas foto Anak berwarna ukuran 2 x 3 sebanyak 2 (dua) lembar (*/Anhy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.