Korupsi Pasar Lakessi, Kejati Sulselbar Tingkatkan Jadi Penyidikan

Pasar Lakessi Pare pare

Makassar, Liputanlima.com – Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulselbar meningkatkan status dugaan korupsi uang muka lods pasar Lakessi Pare pare dari penyelidikan menjadi penyidikan, Jumat (12/2/2016). Hanya saja status tersebut tidak diikuti dengan penetapan tersangka.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenhum) Kejati Sulselbar Salahuddin menjelaskan kalau penetapan tersangka baru akan dilakukan dalam waktu dekat ini dan mengikuti mekanisme yang berlaku.

“Saya belum bisa mengambil kesimpulan, yang jelas kita belum gelar penetapan tersangka, namun dalam waktu dekat ini,” tegas Salahuddin.

Salahuddin menambahkan bahwa ia masih menunggu hasil dari gelar penetuan tersangka.

“Karena penyidik baru merampungkan hasil gelar perkara penyelidikan ke status penyidikan, insya Allah pekan ini,” ungkap Salahuddin.

Dalam kasus tersebut, Salahuddin menjelaskan kalau pihaknya telah menelusuri dan menemukan ada dugaan tindak pidana korupsi pada pungutan liar (Pungli) sebesar Rp 1,7 M. Dengan indiksi tindak pidana korupsi pada pembangunan pasar tersebut.

“Kalau penyidik sudah menaikan dari status penyelidikan ke penyidikan, berarti dia sudah berhitung tentang adanya kerugian Negara,” ungkapnya.

Kasus ini melibatkan 1.600 pedagang di tahun 2012. Saat itu, para pedagang dijanjikan untuk menempati lods baru, dengan syarat membayar Rp1 juta per lods. Calon pengguna lods kemudian melakukan gugatan, karena tak kunjung mendapatkan lods, meski sudah membayar.

Setelah dilaporkan ke Kejari Parepare, kasus ini kemudian ditingkatkan ke Kejati Sulselbar. Sejumlah saksi-saksi pun diperiksa, seperti mantan Kadiskoperindag, Amran Ambar yang menggantikan Faisal Sapada sebagai ketua Tim Sosialisasi pemindahan pasar.(saefullah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.