Ini Cara Perkuat KPK Menurut Mahfud MD

images (21)

Mahfud MD (int)

Jakarta, LiputanLIMA.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md menyebut ada dua cara untuk memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Yakni dengan cara merevisi atau tidak UU No 30 Tahun 2002 tentang KPK.

“Tapi kalau memang baik dengan tidak revisi, ya tidak usah direvisi,” kata Mahfud di Jakarta, seperti dikutip tempo.co, Selasa (16/2/2016).

Mahfud menilai, tidak seorang pun yang mengaku mau melemahkan KPK. Termasuk orang-orang yang setuju untuk merevisi UU komisi anti rasuah itu.

Sedikitnya ada empat poin utama yang menjadi perhatian Mahfud dalam draf revisi UU KPK yang dibahas di Badan Legislasi DPR. Keempat poin itu terkait penyadapan, pembentukan Dewan Pengawas, penyelidik dan penyidik independen pada KPK, serta penghentian penyidikan.

Soal penyadapan, Mahfud menjelaskan kalau selama ini tidak ada bukti bahwa penyadapan yang dilakukan KPK salah sasaran. Justru, kata Mahfud selama ini orang yang diumumkan disadap dan dijadikan tersangka oleh KPK pasti terbukti bersalah.

Adapun mengenai usulan pemberian kewenangan kepada KPK untuk menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3), Mahfud berpendapat, hal tersebut masih perlu didiskusikan. Lantaran, banyak orang yang dinyatakan tersangka dan sudah ada alat buktinya, tetapi proses hukumnya buntu.

Meski begitu, Mahfud tetap konsisten menolak revisi UU KPK. Menurut dia, yang dibutuhkan hanya Standar Operasional Prosedur (SOP).

Sedangkan rencana DPR untuk membentuk Dewan Pengawas KPK, Mahfud memiliki pendapat berbeda. Ia mengatakan Dewan Pengawas tidak perlu diberi kewenangan sebagai lembaga pemberi izin jika KPK akan mengeluarkan SP3.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.