Kelahiran Bayi Kembar Meningkat, Mau Tahu Penyebabnya?

32b7428f-e532-4e97-b413-2da0b6b0908b_43

Illustrasi, sumber: health.detik.com

Makassar, LiputanLIMA.com – Ada kecenderungan dari negara-negara lain, orang tua mudah mendapatkan anak kembar. Meski sebetulnya kehamilan kembar menurut dokter sangat beresiko tinggi, dan mestinya dihindari.

Namun, bukan berarti para orang tua kemudian menghindari resiko tersebut, melainkan sebaliknya.

Terbukti studi yang dipublikasi di jurnal Population and Development Review menunjukkan kejadian kelahiran kembar meningkat lebih dari dua kali lipat bahkan lebih pada beberapa negara.

Pada tahun 1975 setidaknya kejadian kehamilan kembar di Amerika Serikat ada 9,5 per 1.000 kelahiran lalu kemudian meningkat di tahun 2011 jadi 16,9 per 1.000 kelahiran.

Sementara itu rasio peningkatan yang terjadi di Inggris dari 9,9 menjadi 16,1, Prancis dari 9,3 menjadi 17,4, Jerman dari 9,2 menjadi 17,2, Denmark dari 9,6 jadi 21,2, dan Korea Selatan dari 5 jadi 14,6, dikutip dari health.detik.com.

Peningkatan kehamilan kembar yang terjadi ini disebut peneliti hampir seluruhnya karena kembar fraternal. Kembar yang terjadi karena ada dua sel telur yang dilepaskan dan dibuahi oleh dua sperma yang berbeda.

Kejadian kembar identik sendiri yang berasal dari satu buah telur dan sperma terpecah menjadi dua embrio disebut studi relatif tetap.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Peneliti menyebutkan, faktor tersebut dikarenakan oleh beberapa faktor. Kemungkinannya, ditentukan oleh usia ibu, berapa jumlah anak yang sudah dimiliki, negara tempat tinggal, dan genetik.

Hal yang disebut menjadi pendorong kehamilan kembar, aplagi kini semakin banyak ibu yang menunda kehamilan dan menggunakan program hamil berbantu.

Semakin tua seorang ibu maka semakin tinggi pula kemungkinannya untuk mengandung kembar fraternal. Program kehamilan lalu juga semakin meningkatkan peluang untuk seorang wanita melepas banyak sel telur sekaligus (*/Anhy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.