Kemenkominfo Ancam Pidanakan Bos Medsos

160217114739_kominfo_rapat_640x360_bbcindonesia_nocredit

Pimpinan Twitter, Line dan Blackberry di Indonesia saat rapat dengan Kemenkominfo, Rabu (17/02). Sumber: BBC.com

Jakarta, LiputanLIMA.com – Banyaknya konten pornografi di media sosial yang beredar dan menyebabkan dampak buruk bagi masyarakat membuat Kementrian dan Komunikasi Indonesia angkat bicara. Ia mengancam akan memidanakan para petinggi perusahaan media sosial seperti Twitter, Line, Facebook, dan Blackberry Indonesia, jika tidak melakukan upaya sensor pornografi, dikutip dari BBC.com (18/2/2016).

Kemenkominfo memberi waktu dua minggu bagi penyedia layanan media sosial untuk melihat kemungkinan teknologi untuk melakukan swasensor.

Sebelumnya, Kemenkominfo, menyatakan akan memblokir mikroblog Tumblr dan lebih 400 situs lain, karena dituding menyebarkan pornografi.

Pornografi, menurut pemerintah Indonesia, harus bisa dihapus oleh penyedia layanan sebelum diterbitkan oleh pengguna.

Namun apa sebenarnya konten yang tergolong pornografi, yang menjadi pemicu pelarangan Tumblr?

“Udah pernah lihat nggak video porno?” Azhar Hasyim, Direktur e-business Kemenkominfo balik bertanya kepada BBC.com.

“Itu videonya adalah berisi antara laki-laki dan perempuan (bersenggama), juga laki dengan laki-laki (bersenggama). Itu apa nggak porno itu, layaknya suami-istri itu,” tambahnya.

Ia menambahkan bahwa upaya pemblokiran situs juga dianggap belum cukup.

Di hadapan para petinggi Twitter, Blackberry dan Line Indonesia di Jakarta, Kemenkominfo meminta agar para penyedia layanan media sosial melakukan swasensor.

Artinya setiap postingan yang dinilai mengandung pornografi, harus dihapus sebelum muncul.

Tak tanggung-tanggung, Azhar bahkan melontarkan ancaman.

“Kalau tak bisa blok, berarti pendekatan hukum. Bapak-bapak ini ada di Indonesia, semuanya, bapak itu yang bisa diangkut,” ancamnya.

Azhar lalu memapar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan menyebut bahwa menurut pasal 27 hingga 33, jika tidak melakukan swasensor terhadap pornografi maka para petinggi Twitter, Blackberry dan Line di Indonesia bisa dipidana.

“Lihat pasal 33, tuntutan pidana enam tahun, dendanya Rp6 miliar. Yang kena itu yang ada wakilnya di Indonesia, bukan globalnya,” Azhar melanjutkan ancamannya.

Bagaimanapun manajer Komunikasi Twitter Indonesia, Cipluk Carlita, menyebut, keharusan itu memberatkan.

Namun, satu hal yang pasti, usai rapat Azhar mengakui, dengan blokir situs dan konten media sosial, bukan berarti pornografi tidak dapat lagi diakses oleh masyarakat (*/Anhy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.