Reaksi Masyarakat Terhadap Kebijakan Kantong Plastik

kantong

Illustrasi

Makassar, Liputanlima.com – Surat edaran pemerintah mengenai penggunaan kantong plastik, masih belum begitu diketahui oleh masyarakat.

Seperti Safruddin, salah seorang polisi yang menjadi pelanggan toko Giant saat ditanya oleh Liputanlima.com terkait kebijakan pemerintah untuk penggunaan plastik berbayar. Ia mengatakan belum mendengar dan membaca surat edaran yang dikeluarkan oleh KLHK itu. Bahkan ia sempat mengatakan kalau di kantornya pun belum ada informasi terkait hal tersebut.

“Saya belum dengar. Memangnya sudah ada surat edaran yang seperti itu?,” tanyanya balik ketika berada di parkiran, depan toko Giant jalan Sultan Alauddin, Makassar, Minggu sore, (21/2/2016).

Safruddin justru mengira, plastik sudah ikut terbayar di dalam toko. Bahkan menurutnya itu sudah masuk pada pajak pertambahan nilai (PPN).

“Kalau masalah sampah, itu kan sudah diantisipasi dengan memesang ton sampah di beberapa tempat. Tapi, ini  saya belum tahu pasti dampak dari surat edaran karena belum saya baca,” jelasnya sambil mendorong motornya.

Anggapan lain dari masyarakat yang bernama Piko, bahwa surat edaran tersebut mampu mengurangi penggunaan kantong plastik.

“Tadi pagi baru saya lihat di televisi. Plastik yang banyak sebetulnya merusak lingkungan,” jelas Piko.

Selain Piko, Nasrullah juga sangat setuju dengan wacana pemerintah dengan plastik berbayar tersebut.

“Saya sudah mendengar tadi. Untuk mengurangi penggunaan kantong plastik memang bagusnya kalau dibayar. Cuma masalahnya adalah, ketika kita mau belanja yang tidak terlalu banyak kemudian kita butuh pastik dan tidak ada uang kecil,” tambah Nasrullah. (Saefullah/Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.