Keracunan di Rappocini, Kakak Beradik Meninggal

12744062_10204453318732160_8323770945933133158_n

Korban yang keracunan di sebuah rumah, di Jalan Pelita Raya No 2 Kecamatan Rappocini Makassar.

Makassar, LiputanLIMA.com – Satu keluarga ditemukan lemas tak berdaya diduga keracunan di sebuah rumah, di Jalan Pelita Raya No 2 Kecamatan Rappocini Makassar, Minggu (21/2/2016).

Mereka adalah suami istri Heriyanto (38) dan Megawati (32) beserta dua anaknya, Abi Sarwan (10) dan Muh Danis (4).

Muh Danis meninggal sebelum ditemukan, sementara kakak dan kedua orangtuanya sekarat dan dirawat di Rumah Sakit Faisal Makassar.

Namun, tadi sore Abi Sarwan juga menyusul adiknya.

Hal tersebut dikemukakan oleh keluarga korban, melalui aplikasi facebook Tanti Irwanti S, bahwa sang kakak juga ikut meninggal. Ini adalah kutipan yang berasal dari statusnya di facebook.

Innalillah wainna ilaihi rojiun. Inilah kehendak Allah, Muh. Abi Sarwan menyusul adiknya Muh. Danish

Kronologi sehingga peristiwa tersebut didapat ketika Lindu (30) Satpam Vifa Holiday Travel, awalnya dia melihat dua orang keluarga korban datang dan langsung melompati pagar rumah Heryanto dikarenakan pintu pagar terkunci rapat.

Lindu (40), yang bersebelahan dengan rumah korban, mengatakan, satu keluarga tersebut ditemukan pertama kali dalam kondisi lemas di dalam kamar rumahnya, Minggu sekitar pukul 13.00 Wita.

Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, dua orang keluarga Heryanto tersebut histeris dan menangis.

Lindu yang penasaran pun langsung masuk ke dalam rumah yang juga difungsikan sebagai tempat usaha percetakan ini.

“Saya lihat mereka masuk rumah setelah melompati pagar, lalu pas sudah di dalam mereka histeris dan menangis, saya langsung ikut masuk juga,” tuturnya.

Saat masuk ke dalam rumah, mereka sudah menemukan Danis telah terbujur kaku. Sementara Heryanto beserta istrinya, Megawati, dan anak sulungnya, Abi Sarwan, lemas dan tak sadarkan diri.

Mereka lalu berusaha membawa satu keluarga ini ke RS Faisal Makassar dengan meminta bantuan pada Ilham (32), karyawan Vifa Holiday Travel.

“Tadi siang begitu saya masuk, saya lihat sudah lihat lemas semua dan anaknya yang paling kecil telah meninggal, pas saya mau angkat sama ada dua orang keluarganya saya tidak bisa, makanya saya panggil Ilham,” ungkap Lindu.

Lindu menjelaskan, saat akan dievakuasi, Abi Sarwan sempat mampu berjalan namun ketika melewati pintu rumah dia tersungkur (dari berbagai sumber).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.