Kompol Muari; “Tak Temukan Zat Berbahaya Pada Pallu Basa”

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri bersama Polsek Rappocini Makasaar menggelar rekonstruksi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah korban keracunan di Jl Pelita Raya, Kecamatan Rappocini, Makassar

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri bersama Polsek Rappocini Makasaar menggelar rekonstruksi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah korban keracunan di Jl Pelita Raya, Kecamatan Rappocini, Makassar

Makassar, LiputanLIMA.com – Kepolisian Sektor Rappoccini melakukan pengembangan penyelidikan kasus keracunan menyebabkan kematian adik dan kakak yang awalnya di duga penyebabnya Pallu Basa.  Polsek Rappocini menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah keluarga Herianto di Jl. Pelita Raya no. 2 Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Selasa (23/2/2016). Selain itu, Polsek Rappocini bersama Tim Forensik Mabes Polri cabang Makassar juga melakukan rekonstruksi gelar perkara. Olah TKP dan rekonstruksi kasus ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Rappocini Kompol Muari. Polisi memeriksa barang-barang di dalam rumah yang juga menjadi tempat usaha percetakan.

Sebelumnya Kepolisian Sektor Rappoccini Makassar bersama Tim Forensik Mabes Polri cabang Makassar sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa barang bukti seperti muntahan korban, sisa makan, dan peralatan makan, tapi tidak ditemukan zat yang yang berbahaya, sehingga polisi mengalihkan pemeriksaan ke cairan yang berasal dari mesin genset.

“Kita akan periksa gas Monoksida ini untuk dicocokkan dengan sampel darah korban, karena dugaan sementara para korban keracunan gas dari mesin genset yang ada di dalam rumah,” kata Muari. Selain itu, Labfor juga mengambil sampel cat, tinta dan material lainnya untuk mendukung penyelidikan kasus keracunan satu keluarga tersebut.

Kepolisian Sektor Rappoccini Makassar tidak lagi menyelidiki soal makanan atau minuman, tapi mereka fokus pada cairan zat yang diduga karbon monooksida dari genset tersebut untuk dicocokan dengan sample darah. (Ahmad/Irfan Wahab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.