Heboh, Monumen Mandala dan Karebosi Ambruk

IMG_20160225_203707

Runtuhnya monumen Mandala, dilihat dari atas.

Makassar, LiputanLIMA.com – Film Dumba-dumba yang  memilih lokasi syuting di Kota Makassar membawa dampak besar bagi kota yang berjuluk Anging Mammiri ini.

Beberapa scene di dalam film besutan Rere ini memperlihatkan ambruknya monumen Mandala dan Karebosi karena gempa yang mengguncang kota Daeng.

Dalam film ini diceritakan bahwa  di sebuah Sekolah Dasar (SD), ada dua gank yang selalu berseteru, gank kelas 1A (Seysa, Aya, Nisa, Zaky dan Yudi) dan gank kelas 1B (Kayla, Rara dan Tika. Hampir setiap hari terjadi perkelahian di antara mereka, dari hal-hal yang kecil sampai ke masalah yang besar. Hingga suatu hari, mereka berjanji untuk membuat perhitungan setelah pulang sekolah.

Anggota gank 1A yang menunggu di kelas karena gank 1B masih ada pelajaran tambahan akhirnya tertidur karena lelah menunggu. Satu persatu mereka pun tertidur di kelas, di atas bangku atau di atas meja.

Saat terbangun, Aya heran melihat kondisi sekolah yang sudah kosong, bukan hanya di sekolah, bahkan sampai jalan raya di depan sekolah mereka, sepi dan tidak ada aktivitas seorang pun. Aya dan Seysa, Kayla dan Nisa, serta Zaky dan Yudi pun meninggalkan sekolah, berusaha mencari tahu apa yang terjadi. Apa yang membuat kota Makassar yang tiba-tiba kosong tanpa ada orang-orang yang beraktivitas? Mereka menyusuri sudut-sudut kota Makassar yang telah ambruk.

 

(Asrul/Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.