Bupati Barru Terancam Kena Dua Pasal

Andi Idris Syukur  (Int)

Andi Idris Syukur (Int)

Makassar, LiputanLIMA.com – Setelah pelimpahan tahap Dua dari tim penyidik Bareskrim Mabes Polri yang diketuai AKBP Syamsubair ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar, Bupati Barru, Andi Idris Syukur (AIS) terancam kena dua pasal.

Hal ini karena kasus yang menimpa AIS, dugaan pemberian suap atau gratipikasi serta ada indikasi penyalahgunaan kekuasaan sebagai orang yang No 1 di daerahnya. “Ada indikasi gratifikasi. Sehingga yang kedua adalah terkait dengan proses penerbitan izin pertambangan,” Ungkap Noer Adi Koordinator Tindak Pidana Khusus.

Karena perbuatannya yang juga tersangakut tindak pidana pencucian uang (TPPU). Seningga, “yang dikenakan pada yang bersangkutan pasal 12 e Undang Undang  (UU) No 31 tahun 1999 atau sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 Jo Dan pasal 3 nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU,” lanjut Noer Adi

Kasus yang membuat AIS harus menunduk keluar dari ruang pemeriksaan lantai lima kejati itu mengancamnya, “Untuk pasal 12 e tentang gratifikasi (Mengancam) minimal 4 tahun penjara sedangkan TPPU minimal 5 tahun, “ Tambah Adi.

Terkait dengan ada atau tidaknya fakta kerugian Negara ternyata penerapan pasal 12 huruf e  tidak terjadi kerugian Negara. karena kita tidak menerapkan pasala 2 atau 3 UU korupsi, karena UU delik korupsi tidak serta merta kerugian Negara karena pasal 12 huruf e ini tidak ada unsur yang mengatakan ini kerugian Negara tetapi indikasi gratifikasi. “Dugaan pemerasan ini, pemberian sesuatu, berupa barang,( ada mobil pajero satu, uang belum ada),” lanjut Adi.

“Kadang- kadang substansi pasal 12 e itu adanya unsur penyalah gunaan kekusaan, memaksa seseorang untuk melakukan atau memberikan sesuatu. Itulah mungkin di tafsirkan ada pemerasan,” Tutup Noer Adi. (Saefullah/Irfan Wahab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.