Sidang Perdana, Tersangka Dugaan Korupsi PNUP Anggap Kabur

dr

Sumber gambar: entitashukum.com

Makassar, LiputanLIMA.com- Dakwaan Firman, tersangka dugaan kasus korupsi atas pembebasan lahan seluas 29 hektar untuk pembangunan gedung Kampus Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) di perbatasan Kota Makassar dan Maros, menganggap kabur sidang perdana di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (25/2/2016).

Sidang perdana ini adalah pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum yang akan didengarkan oleh pengacara Firman. Karena ia masih dalam prosedur penyelidikan dan penuntutan.

“Sidang ini baru masuk formal, belum masuk pokok perkara,” ungkap Ihsan N Siwa pengacara Firman kepada Liputanlima.com

“Dakwaanya minggu depan, Kamis tanggal tiga,” jelas Ihsan.

Ihsan juga menduga kalau kemungkinan dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang perdana tadi itu keliru.

“Sebenarnya bukan dia yang bertanggung jawab kalau tanah itu bermasalah melainkan camat, yang menguatkan jual beli,” ungkap Ihsan.

Ada lima tersangka yang ditetapkan penyidik Kepolisian terhadap pembangunan gedung PNUP. Tiga lainnya adalah ketua panitia, Muhammad Suradi, warga penerima lahan Juliar dan bekas Direktur Politeknik, Firman.

Firman merupakan tokoh utama di kasus ini. Sebab dia sebagai pengendali dalam pembebasan lahan tersebut. Peran Firman pun juga sangat jelas disebutkan dalam amar putusan hakim terhadap dua terdakwa sebelumnya.

Para tersangka dinilai telah bekerjasama untuk menyelewengkan uang negara pada proyek pembebasan lahan tersebut.

Mereka diduga merekayasa kepemilikan lahan sehingga uang negara tersalur tidak sesuai peruntukan. Berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel kerugian negara Rp1,6 miliar

 

(Saefullah/Suryani Musi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.