Wartawan Gadungan Merajalela di Majene

invetigasi

Surat yang biasanya digunakan oleh wartawan gadungan untuk menipu pihak sekolah dan hotel.

Majene, LiputanLIMA.com – Sudah ada beberapa kepala sekolah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat mengalami nasib sial lantaran tertipu oleh wartawan gadungan.

Modusnya, mereka biasanya datang ke sekolah untuk melakukan lomba menulis, atau mengarang. Lalu, ia biasanya berharap agar sekolah yang ia datangi musti ikut kegiatan itu, sekaligus minta uang pendaftaran sekitar lima ratus rupiah sebagai uang pendaftaran.

Sekitar empat orang yang mengaku wartawan tersebut tidak hanya mendatangi sekolah. Melainkan juga pihak hotel, salah hotel yang menjadi korban adalah hotel Takanajuo Majene lantaran sudah memesan tempat dan makanan untuk kegiatan lomba. Para wartawan gandungan tersebut menggunakan mobil Avanza berwarna hitam.

Wartawan gadungan tersebut, membawa sejumlah atribut dan dokumen palsu untuk melakukan aksinya, agar seolah-olah apa yang ia lakukan adalah benar dan tidak ada unsur penipuan di dalamnya.

Seperti yang dialami Thamrin, Kepala SMK Negeri 2 Majene ini mengaku tertipu oleh sejumlah oknum yang mengatasnamakan profesi kuli tinta dari tabloid Investigasi.

“Ya kami bayar lima ratus ribu, dengan harapan anak-anak kami ikut lomba, ternyata lombanya ndak ada. Mereka bohong”, keluh Thamrin, dilansir dari Infodesaku.co.id.

Tidak hanya itu, korba lain yang bernama Awaluddin juga mengalami nasib yang sama. Bendahara SD Negeri 28 Luar Kecamatan Pamboang Majene ini juga demikian.

“Ya saya sudah bayar itu. Ini masih ada saya simpan suratnya”, ungkap Awaluddin, sambil memperlihatkan surat permohonan peserta lomba menulis berkop tabloid Investigasi news.

Dalam surat yang dibeberkan Awaluddin, Rabu (24/2) itu tertera tanda tangan panitia pelaksana atas nama Suardi Banna. Tanda tangan tersebut bercap stempel tabloid Investigasi News yang berkantor Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan. Sementara nomor ponsel yang tertulis dalam surat tidak aktif.

(*/Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.