Banyak Pakaian Berbahan Babi, Halalkah Baju Anda?

banner-butik-naura4

Illustrasi pakaian halal | Int

Jakarta, LiputanLIMA.com – Banyak Muslim Indonesia belum menyadari bahwa sehari-hari kita dikelilingi oleh bahan pangan haram maupun subhat. Bahkan mungkin tanpa disadari, tubuh kita dan keluarga kita telah terkontaminasi oleh bahan pangan haram.

Padahal cukup jelas peringatan dari Rasulullah: “Daging mana saja yang tumbuh dari sesuatu yang haram maka neraka lebih pantas untuknya” (HR Tirmidzi).

Olehnya itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak hanya mengeluarkan sertifikast halal pada makanan dan minuman melainkan juga akan melakukan sertifikasi halal terhadap produk nonkonsumtif ke depannya. Seperti, produk pakaian, baju, celana, dan lainnya.

Indikasinya, selama ini sering ditemukan bahan pakaian yang terbuat dari babi. Olehnya itu, Ketua MUI Ma’ruf Amin, mengatakan sertifikasi itu dilakukan terkait banyaknya laporan dari masyarakat, mengenai bahan yang digunakan untuk membuat berbagai produk.

“Makanya karena berasal dari bahan yang haram, jadi tetap saja tidak boleh dipakai,” kata Ma’ruf saat menghadiri sebuah seminar di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, baru-baru ini.

Ma’ruf memperkirakan, pada tahun 2018 mendatang setidaknya sebanyak 85 persen produk di Indonesia harus tersertifikasi halal. Sampai saat ini menurutnya masih sangat sedikit produk yang beredar di pasaran yang bersertifikasi halal.

“Hanya ada sekitar 15 persen saja,” papar Ma’ruf.

Dengan cara itu, Ma’ruf menilai masyarakat akan lebih terlindungi untuk menggunakan produk-produk yang beredar.

“Bahkan standar kita saat ini tidak hanya diakui di tingkat nasional tapi juga secara global. Sebab, permintaan sertifikasi juga berdatangan dari China dan Korea,” urainya, dilansir dari viva.co.id

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.