Begini Kepedulian Arum Spink di Bulukumba

Bulukumba, LiputanLIMA.com– Raut wajah bahagia terpancar dari Nur Asia, Ibu kandung dari Arifin penderita lumpuh layu ketika dikunjungi oleh anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Arum Spink.

Nur Asia adalah keluarga kurang mampu yang hanya menggantungkan hidupnya dari hasil keuntungan jualan bensin. Ibu yang memiliki empat putra itu menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga kecilnya pasca ditinggal suaminya ke Malaysia.

Bantuan berupa menanggung biaya BPJS keluarga Nur Asia adalah bentuk kepedulian sosial yang ditunjukkan Arum Spink.

“Awalnya, informasi ini Saya terima dari seorang mahasiswa, dia mengirimkan pesan melalui facebook bahwa ada warga Bulukumba yang menderita lumpuh layu, mau berobat tetapi tidak memiliki BPJS,” cerita pria yang akrab disapa Pipink ini, usai memberikan langsung kartu BPJS kepada Nur Asia di rumahnya, di Kelurahan Jalanjang, Kecamatan Gantarang, Selasa (24/1/2017).

Pipink melanjutkan bahwa sebenarnya kejadian yang menimpa keluarga Nur Asia tidak akan terjadi jika saja pendataannya sangat baik.

“Daripada mengutuk kegelapan, lebih baik mari kita menyalakan lilin. Kalau setiap kita mengambil peran terhadap permasalahan sosial, maka ini setidaknya akan mengurangi beban pemerintah,” terang Pipink.

Selain Nur Asia, Pipink juga mengangkat Bucek Fahresy sebagai adik angkatnya.

Tercatat, Bucek Fahrezy adalah siswa berprestasi di SMAN 9 Bulukumba namun terbatas dari segi ekonomi.

Selain itu Bucek Fahrezy yang sebentar lagi akan tamat SMA saat ini tidak mendapat restu dari orang tuanya untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

“Saya akan ketemu dengan kedua orang tuanya, memberikan penjelasan dan jaminan kalau Bucek harus kuliah karena anak ini berprestasi,” kata Pipink.

Ketua IKA Pesantren Darul Arqam Gombara itu juga akan memberikan bantuan traktor, pembangunan masjid, dan beberapa bantuan lainnya.

Diketahui, Pipink berkeliling ke beberapa sekolah dan kecamatan di Bulukumba dan Sinjai dalam rangka mendengarkan keluhan dan kebutuhan dari warga yang ada di dua daerah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.