Tak Cuma Titha SYL, Tenri YL Sering Dihadang Saat Kampanye

Makassar, LiputanLIMA.com– Menjadi ketua tim pemenangan,  ternyata bukanlah sesuatu yang gampang dan selalu mengenakkan.  Selain karena  menguras tenaga, fikiran dan waktu dalam melaksanakan sejumlah agenda pemenangan,  juga harus bersiap menghadapi sejumlah gangguan dan tekanan.  Tak jarang bahkan berbentuk tekanan fisik.

Begitulah yang dihadapi Tenri Olle Yasin Limpo selama tahapan kampanye di pemilihan kepala dan wakil kepala daerah Kabupaten Takalar 2017. Menjadi ketua tim pemenangan pasangan Syamsari Kitta dan Achmad Dg Se’re,  menyisakan sejumlah cerita dan pengalaman menarik selama kurun waktu lima bulan berkampanye seperti dituturkan Tenri, Kamis (2/2/2017) malam.

“Lelah fisik dan capai adalah hal yang biasa ji.  Tapi yang menarik karena sejak saya masuk dan keluar kampung,  tiga kalima dihadang dinda ” Ujar Kakak Kandung Gubernur SYL ini.

Lebih jauh diceritakan bahwa lokasi penghadangan itu terjadi sebanyak dua kali di kecamatan Pattalassang dan satu kali di kecamatan Mangarabombang.

“Satu kali saya turun dari mobil dan bertanya kepada mereka, ada apa ini?. Apa maumu?. Mereka tak menjawab lalu meninggalkan jalan. Mungkin mereka tidak berani karena saya perempuan.  Mereka yang menghadang itu rata-rata sedang mabuk”.ungkap Mantan legislator DPRD Sulsel ini.

Ditanya siapa mereka para penghadang itu,  Tenri hanya menjawab diplomatis. “Saya tau ji orangnya. Mereka di suruhji juga kasian.  Ada ji juga di sekitar situ berdiri-berdiri di bawah kolom rumahnya warga orang yang menyuruh tersebut” Ungkapnya sambil tersenyum.

Tenri berharap demokrasi di Takalar harus dikawal oleh semua pihak serta berjalan secara damai agar bisa berkualitas. Wakil ketua Bidang Pengabdian dan Pemberdayaan NasDem Sulsel ini menghimbau agar praktek-praktek kampanye dilakukan dengan elegan dan kreatif. “Saya begitu terharu tatkala hadir pada acara saweran SKHD.  Bayangkan malam itu hampir terkumpul 1 milyar.  Begini seharusnya Pilkada.  Masyarakat yang berpesta.  Masyarakatlah yang membeli pemimpinnya. Tidak dengan cara-cara hina dengan membagi-bagikan sembako” Pungkasnya.

Sebagaimana ramai diberitakan media sebelumnya, Putri Syahrul YL, Indira Chunda Titha SYL mengalami penghadangan saat kampanye di wilayah Galesong beberapa waktu lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.