Soal Tambang Pasir Laut Galesong, DPRD Takalar: Masyarakat Terbelah

Takalar, LiputanLIMA.com– Menanggapi aksi demonstrasi yang digelar oleh gabungan kelompok masyarakat perihal penambangan pasir laut di Galesong, Senin (15/5/2017), DPRD Takalar langsung melakukan kunjungan ke lokasi. DPRD Takalar melalui komisi 1 melakukan kunjungan ke Galesong, Selasa (16/5/2017) pagi.

Terjadi hal menarik atas sikap masyarakat yang terbelah menanggapi penambangan ini. “Ada yang pro dan ada yang kontra di akar rumput. Dan itu lumrahlah,”jelas Ilham Jaya Torada, legislator dari Partai Hanura. Ilham menjelaskan bahwa mereka yang pro menganggap bahwa penambangan itu akan berdampak secara sosial dan ekonomi bagi masyarakat Galesong. “Menurut mereka, tenaga kerja akan terserap ke Makassar mengingat Galesong adalah wilayah yg sangat dekat dengan makassar.”katanya. Ditambahkannya bahwa mereka yang menolak penambangan itu adalah pihak yang memprediksi akan terjadinya kerusakan biota dan ekosistem laut. Ilham yang juga ketua komisi I DPRD Takalar menjelaskan bahwa penambangan pasir laut di galesong tidak bisa dipandang dari satu aspek saja. “Pemerintah pasti sudah melakukan kajian sehingga izin itu terbit. Semua aspek pasti telah dikaji. Saya meminta semua elemen masyarakat untuk tidak memberikan informasi yang menyesatkan kepada masyarakat. Mereka yang ada di pesisir ternyata tidak mempersoalkan,”tegasnya.

Ketika disinggung bagaimana sikap resmi DPRD terhadap persoalan penambangan pasir laut ini, Ilham menyatakan akan membahas pada rapat komisi dan pimpinan lainnya. “Kami akan bicarakan dulu berdasarkan hasil kunjungan kami hari ini,”pungkas Ilham yang juga Ketua DPD Hanura Takalar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.