Agen & Pertamina Bilang Stok Elpiji Aman di Takalar, Makmur Mustakim: Siapa yang Amankan.?

 

Takalar, LiputanLIMA.com– Kelangkaan tabung gas elpiji satuan 3kg di tingkat pengecer maupun di pangkalan masih mewarnai kabupaten Takalar. Kondisi yang sudah berlangsung sejak seminggu terakhir ini, telah dijawab oleh Pertamina bahwa tidak ada kelangkaan. Melalui GM Pertamina Regional Sulsel, Joko Pitoyo menegaskan bahwa pasokan elpiji ke tingkat agen dan distributor masih normal. Pihaknya memastikan bahwa pasokan sewaktu-waktu dapat ditambah sesuai permintaan pasar.

“Hingga saat ini, suplai gas ke 114 agen elpiji 3 kg di Sulsel masih terpenuhi dengan jumlah penyaluran 250 ribu tabung perhari. Jumlah itu akan ditambah 15 persen saat Ramadan,” kata Joko seperti dilansir celebesonline.com.

Senada, salah satu agen di Desa Aeng Batu-Batu, Kecamatan Galesong Utara Takalar, Dian menegaskan tidak ada kelangkaan gas elpiji di wilayah keagenannya. Sesuai jatah pasokan di agen miliknya,  setiap hari menyuplai 3.360 tabung ke 82 pangkalan di Takalar.

“Kami menerima suplai tabung gas 3 kg Setiap dua hari sekali,” kata Dian, Kamis (25/5/2017).

Sementara itu, Anggota DPRD Takalar Makmur Mustakim mengatakan kondisi ini semakin membuat masyarakat bingung. “Kalau semua mengatakan pasokan aman, lantas siapa yang amankan.? Kenapa tidak sampai di masyarakat.?”, kesal Makmur yang dua hari sebelumnya tirun langsung memantau ke pangkalan gas elpiji di Takalar. Legislator Komisi II DPRD Takalar tersebut menegaskan bahwa patut diduga terjadi penimbunan tabung gas 3kg oleh oknum yang memanfaatkan situasi. Sebagai langkah kongkret, pihaknya akan memanggil dinas terkait serta para agen pada Jumat (26/5/2017). “Besok segera kami panggil. Tidak bisa dibiarkan berlarut. Bahkan kami mempertimbangkan untuk melibatkan aparat kepolisian untuk turut serta mencari akar masalah,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.