Suka Cita HMI, Lafran Pane Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

JAKARTA, LiputanLIMA.com- Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Kamis (9/11/2017) menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/TAHUN 2017 tanggal 6 November 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada almarhum Lafran Pane. Selain itu, Pemerintah juga memberikan gelar yang sama kepada tiga tokoh lainnya, yakni almarhum TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, almarhum Laksamana Malahayati, dan almarhum Sultan Mahmud Riayat Syah.

Lafran Pane dikenal sebagai pendiri organisasi kemahasiswaan terbesar di Indonesia, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Perjuangan keluarga besar HMI melalui HMI tidaklah mudah untuk sampai di titik ini. Melalui Korps Alumni HMI (Kahmi), berbagai seminar digelar untuk mengulas perjalanan sosok Lafran Pane di seantero negeri.

Acara penganugerahan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan Nasional 2017.

Hadir dalam acara penganugerahan tersebut keluarga ahli waris keempat tokoh, para Menteri Kabinet Kerja, dan para pejabat seperti Ketua MPR Zulkifli Hasan, dan Ketua DPD Oesman Sapta.

Lafran Pane lahir di Padang Sidempuan, 5 Februari1922. Pendidikan sekolah Lafran Pane dimulai dari Pesantren Muhammadiyah Sipirok (kini dilanjutkan oleh Pesantren K.H. Ahmad Dahlan di Kampung Setia dekat Desa Parsorminan Sipirok.

Dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah Lafran Pane ini mengalami perpindahan sekolah yang sering kali dilakukan, hingga pada akhirnya Lafran Pane meneruskan sekolah di kelas 7 (Tujuh)di HIS Muhammadiyah, menyambung hingga ke Taman Dewasa Raya Jakarta sampai pecah Perang Dunia II, pada saat itu ibu kota pindah ke Yogyakarta danSekolah Tinggi Islam (STI) yang semula di Jakarta juga ikut pindah ke Yogyakarta.

Wawasan dan intelektual Lafran berkembang saat proses perkuliahan yang membawa pengaruh pada diri Lafran Pane yang ditandai dengan semakin banyaknya buku-buku Islam yang ia baca. Sebelum tamat dari STI, Lafran pindah ke Akademi Ilmu Politik(AIP) pada April 1948 Universitas Gajah Mada (UGM) yang kemudian di Negerikan pada tahun 1949.

Tercatat dlam sejarah Universitas Gajah Mada (UGM), Lafran Pane termasuk salah satu mahasiswa yang pertama kali lulus mencapai gelar sarjana,yaitu tanggal 26 Januari 1953. Dengan sendirinya, Drs. Lafran Pane menjadi salah satu sarjana ilmu politik pertama di Indonesia, selanjutnya Lafran Pane lebih tertarik di lapangan pendidikan dan keluar dari Kementerian Luar Negeri dan masuk kembali ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.