Bupati Barru Tunda Hadiri Panggilan Kejati

idrus

Andi Idris Syukur

Makassar, LiputanLima.com – Bupati Barru, Andi Idris Syukur yang dijadwalkan untuk menghadiri panggilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Makassar tidak memenuhi panggilannya. Alasannya, ia menghadiri undangan kementerian desa pembangunan daerah tertinggal dan Transmigrasi (KDPDT2) di Jakarta.

Idris Syukur tersandung kasus dugaan gratifikasi di pelabuhan Garongkong sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Melalui tim penasehat hukumnya, Dandi Romadandi mengatakan, jika ia datang, sifatnya hanya mengajukan surat permohonan penundaan pelimpahan tahap dua.

Menurut Dandi, kliennya ke Jakarta tidak ada maksud sengaja menunda proses hukum.

“Klien saya tetap bersikap kooperatif. Kita hanya menyampaikan saja, diterima atau tidaknya di sini yang memutuskan,” tambah Dandi usai membuka pintu mobil yang dikendarainya.

Marang, Asisten Intelijen Kejati mengatakan hingga saat ini pelimpahan belum dilakukan. Menurutnya, pelimpahan tahap dua baru bisa dilakukan jika berkas tersangka dan barang bukti lainnya sudah diserahkan penyidik Mabes Polri ke Kejati.

“Saya tidak bisa mengatakan ini ditunda sebelum akhir jam kantor hari ini. Nanti saya bilang ini ditunda, tiba-tiba dia muncul bagaimana?” tanya Marang. Ternyata penyidik Mabes, lanjutnya, sampai sekarang belum hadir di kejati.

“Direncanakan hari ini, tapi sampai sekarang belum datang,” tambahnya.

(Saefullah/Suryani Musi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.